Karya

Love and The City (ByPass, 2015)

                                             

Di tahun 2013, NBC IPB dan Fiksi Metropop mengadakan sayembara menulis cerita pendek dengan genre metropop (genre dengan tema dan latar belakang kehidupan masyarakat kota besar). Dari ratusan cerpen yang masuk diseleksi menjadi 8 besar cerpen yang berhak dibukukan bersama empat penulis tamu. Love and The City mengungkap problema khas masyarakat urban yang kerap kali merasa dilema untuk memilih jodoh atau karir. Diterbitkan oleh By Pass, buku ini ditulis oleh Moemoe Rizal, Anggun Prameswari, Nurilla Iryani, Indah Hanaco, Septantya Candra, Indah Arifallah, Kent Sutjipto, Winda Krisnadefa, Windhy Puspitadewi, Winda Oei, Zelie Petronela dan saya, Nabila Budayana. Baca, dan bisa jadi kisah hidupmu adalah salah satu kisah di dalamnya. Dapatkan di toko-toko buku terdekat mulai Februari 2015.


Dunia Maya



Cetusan asal saya untuk menyusun sebuah antologi dengan tema dunia maya : sosial media, web, aplikasi, dsb yang sehari-hari berada begitu dekat dengan kita semua dikabulkan oleh Mbak Wahyu Siswaningrum selaku koordinator dan editor. Berdua, kami mengajak kawan-kawan NBC Surabaya dan siapapun yang berminat untuk berpartisipasi pada proyek ini. Sub tema terkumpul dan diundi. Masing-masing mengolah sub tema itu dalam bentuk flash fiction. "Ada memori yang tercecer di antara kita. Kita dan dunia maya." Hasilnya, sebuah kado untuk ulang tahun NBC Surabaya.Untuk mengaksesnya, cukup kirim email ke admin@nulisbuku.com, cantumkan Nama, Alamat, Nomor Telepon, Judul Buku : Dunia Maya, Jumlah buku yang dipesan. Seluruh royalti buku ini diberikan untuk amal.

Perempuan Dalam Cerita


Hari Kartini yang jatuh di tanggal 21 April menginspirasi seorang penulis novel, Ika Natassa untuk menyelenggarakan sayembara cerita pendek yang mengangkat tentang perempuan dan dunianya. Bersama Ollie 'Salsabeela' (founder nulisbuku.com, blogger, tokoh perempuan) mereka melakukan penjurian atas ratusan naskah yang masuk. 30 cerita dengan nilai tertinggi diambil. Kemudian disaring kembali untuk menentukan 15 cerita yang karyanya berhak untuk dibukukan. Hingga diambil 3 pemenang pada akhirnya. Mencoba berkontribusi untuk menyampaikan pesan tentang perempuan, saya mengikutsertakan "Gula yang Meluruh di Cangkir Tehmu". Ia pun berakhir menduduki pemenang kedua dalam kompetisi ini. Menulis kisah itu terasa sangat meninggalkan impresi pada saya. Karena setelah menuliskannya, saya masih merasa 'sesak' beberapa hari karena haru. Antologi Perempuan Dalam Cerita ini dapat diakses melalui nulisbuku.com. Yang lebih istimewa, seratus persen royalti dari buku ini akan disumbangkan untuk lembaga perlindungan perempuan. Periode PO hingga 10 Juni 2013 dengan harga khusus. Setelahnya, masih dapat diakses melalui nulisbuku.com dengan harga normal. 

Just send your email to admin@nulisbuku.com. Sebutkan nama, alamat, no telp, judul buku (Perempuan dalam Cerita), jumlah. 

Enjoy the stories, caring woman victims of abuse and violence!

Antologi Cinta

Berawal dari mengikuti sayembara yang diadakan oleh Klub Buku Indonesia, saya tak berharap apapun dari cerita pendek yang saya buat. Meski dengan tema percintaan antara pasangan, namun saya mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda. Kekaguman saya akan buku harian Soe Hok Gie dalam "Catatan Seorang Demonstran", juga novel "Olenka" milik sastrawan Budi Darma membawa saya untuk menciptakan kisah berjudul "Halaman Delapan Puluh Sembilan". Tanpa disangka, kisah itu terpilih dalam sepuluh cerpen pilihan sahabat Klub Buku (Nina Nur Arifah, Tami Nuriksa, Lidya Pawestri Ayuningtyas, Nabila Budayana, Maretha Primariayu, Hesty Imaniar, Adrindia Ryandisza, Kenyasentana, Rakhmanialuhri, Henty Tovic, Angga Hermawan). Semakin terasa istimewa, karena buku Antologi Cinta ini dilengkapi dengan karya empat penulis kenamaan : Khrisna Pabichara, Adenita Priambodo, Sefryana Khairil dan Loryta Chai. Satu sampul dengan mereka adalah kebanggaan bagi saya. 


Antologi ini bisa didapatkan secara luas di toko buku seluruh Indonesia, mulai tanggal 5 April 2013.

"Renjana dalam Bejana"


Melalui "Renjana dalam Bejana", tigabelas kisah pendek ingin saya bagikan. Seorang anak yang mencoba berkawan dengan malam, seorang gadis yang tertarik dengan kematian, seorang cucu yang penasaran dengan buku harian neneknya, semu merah pada wajah seorang gadis yang menyimpan cerita kelam, nasionalisme seorang laki-laki pada negaranya dan beberapa kisah lainnya. Banyak yang ingin saya sampaikan melalui buku ini. Kebudayaan yang ditinggalkan, kasih sayang yang susah terhapuskan, lebih daripada itu, saya mencoba menyampaikan rasa dan detail yang mungkin terlupakan.

Mari berkunjung ke kenangan, ke rasa-rasa yang berdebu dan terlupakan. 



“Ingatan bagai benih yang tumbuh, kemudian sebagian dapat berbuah sebagai kenangan, sedang sebagian lain mati dan terlupakan.” – Berawal dari Kepala

“Untuk pertama kalinya ia, sang kuteks hijau, menyebut namaku, mengakui keberadaanku.” – Kuteks Hijau

“Kini, payung-payung berdebu itu hanya digunakan setiap kali hujan datang.  Mengembang, meluberkan sepenggal kenangan lama yang belum memutuskan hilang.” – Sepasang Payung Berdebu

“Sampul Ungu Tua, Beri Tempat Semanggiku, dan Semu Merah pada Wajah merasuk dalam imajinasi saya hingga setiap kata seakan terjadi pada dunia nyata.  Mengharukan, pula mengerikan.  Memberi kesan yang dalam, layaknya Renjana dalam Bejana. Metafora demi metafora yang digambarkan dalam buku ini, menuntun kita kepada seberapa dalam cinta dalam hidup seorang manusia hingga cahayanya dapat memesona siapa saja yang terpesona dengannya. Akhirnya, mari berjalan menyusuri setiap cerita pendek dalam buku ini, niscaya kamu akan mengetahui seberapa dalam cintamu kepada siapa saja dalam hidupmu.” – Lamsarully Judith Fransisca - Ibu Rumahtangga
“Kalimat indah yang dibuat Chairil Anwar "menulislah sebelum dilupakan sejarah" merupakan cambuk bagi penulis muda berbakat seperti Nabila Budayana ini. Teruslah menulis Nabila.....jadilah bagian sejarah itu dengan karya-karyamu...” – Siti Nasyiah – Jurnalis, Penulis “Dahlan juga Manusia”


"Itu Bukan Biru" (nulisbuku, 2012)



Cover Designed by Aga Satria Nurrachman


Itu Bukan Biru is a flashfictions album. Containts 35 Flash Fictions. Full of means!

Sering kali kita melewatkan banyak hal karena cepatnya ritme hidup. Saya mencoba memungut sebagian kecil dari hal-hal yang terlewat tersebut dan mewujudkannya dalam beberapa kata hingga tercipta sebuah cerita. Sekadar mengingatkan diri sendiri akan 'hal-hal kecil yang terlupakan' agar setidaknya dapat kembali mengenggam impian, prinsip, keinginan, kehakikian dan keindahan.   


“Aku mengingat semuanya. Hari ini kakiku membawa kembali ia kedalam memori.” – Memori di Langkah Kaki

“Percayakah kau, jika sebuah hati yang sekeras batu pun dapat menemukan hati lain sebening dan sejernih air yang dapat tulus menerimanya?” – Tentang Ia

“Pertunjukkan usai. Pesulap tak dapat tepuk tangan dan pujian. Ini masa depan.” – Simsalabim!

“Aku mengalah pada adidayanya. Aku hanya nampak seperti bayangan yang tak pernah mampu menggapai sang tuan.” – Cahayaku Hanya Bayangan

“Kuambil kertas, kutulis surat dan kulipat. Kuharap angin mau membawanya. Entah pada Tuhan atau pada awan.” – Titip Salam untuk Awan

“Bagiku, hujan tak pernah berwarna. Kami resmi tak sependapat.“ – Itu Bukan Biru

Kata mereka :
  
"Bersiaplah  tersesat dalam labirin cerita dari Nabila, sebelum akhirnya bermuara pada kesejatian. Selain seorang pencerita yang lincah berkata-kata, Nabila juga seorang pengamat yang kerap memungut remah-remah hidup yang luput dari pandangan banyak orang. Lalu mentransformasikannya menjadi kisah yang unik"
Feby Indirani – Penulis Clara’s Medal dan Perkara Mengirim Senja

Grab it at nulisbuku.com! Here's the link or just send email to admin@nulisbuku.com , mention your name, shipping address, telephone number, Title of the book (Itu Bukan Biru), amount.


"50 Ribu" (nulisbuku, 2012)



                                                 Cover designed by Fosi Naufal Fahrizi


Saya dan 5 penulis "91011" (@AyuninQ, @Banggavann, @indihana_, @riezkylibra80, @Riersy) kembali menyelesaikan naskah, berjudul "50 Ribu". Bagi kami, "50 Ribu" ini spesial. Mengapa spesial? Karena pada gathering kami lalu, hingga berakhirnya waktu gathering kami tak jua menemukan ide akan tema untuk buku selanjutnya. Saat meninggalkan spot gathering bersama, tiba-tiba tercetuslah "50 Ribu" yang tadinya hanya kami anggap gurauan. Bertemu kembali melalui email, diskusi konsep dimulai. Kalau hanya membuat kisah mandiri dengan tema sama,yaitu "50 Ribu" kami rasa sudah sangat umum. Akhirnya pun ide itu menampakkan diri. Kami sepakat membuat kisah awal dengan satu tema yang sama, hingga menjadi 6 kisah yang berbeda dengan satu benang merah "50 Ribu". Lalu dari masing-masing kisah awal tersebut, lanjutan masing-masing kisah digilir ke lima penulis lain. Walhasil cerita awal sukses "diaduk-aduk" oleh penulis lain dengan gaya bercerita, genre dan interpretasi yang berbeda. Siklus itu berlanjut hingga seluruh penulis merasakan meneruskan masing-masing kisah awal. Disinilah segalanya menjadi menyenangkan. "Bantai-membantai" pun dimulai tanpa ampun. Beberapa penulis harus terpaksa kecewa karena tokohnya di"hancur lebur"kan sedemikian rupa hingga jauh dari ekspektasi awalnya. Kisah pun menjadi tak mampu ditebak ending-nya. Namun, sungguh. Saya dan 5 penulis lainnya sangat menikmati proses menulis ini. Kami ditantang dan bebas berpetualang dengan kisah-kisah lain. Bebas menjadi diri sendiri dan lebih mengenali 5 partner menulis lainnya :). Setelah "babak belur" dengan kisah yang digilir, kami memutuskan konsep baru lagi. Ending dari masing-masing kisah harus ditentukan oleh si penulis awal! Bayangkan : kisah awal yang sudah kita tulis- diacak-acak penulis lain - dikembalikan ke kita untuk diberi ending. (perlu diketahui, seluruh kisah tetap harus terdapat benang merah 50Ribu) Konsep ini sungguh GILA! 

Namun betapa menyenangkannya menulis dengan cara yang berbeda. Bermain dan belajar dengan 5 penulis lain yang luar biasa. I'm pretty sure mereka akan jauh berkembang di masa depan. Akan menjadikan kegiatan menulis bagian dari passion hidup mereka. Suatu saat, jika kami sudah menjadi "besar" nanti, kami akan menoleh kebelakang dan melihat 50 Ribu sebagai satu titik awal yang luar biasa. Aamiin.

Kata mereka :

"Bersiaplah menjadi selembar uang lima puluh ribuan! Sehimpun petualangan ini adalah kejar-kejaran antara rasa penasaran dan tebak-tebakan. Memang benar yang ditulis Nabila Budayana:  “Aku seperti berlari mengejar banyak kisah..” (Dua Pria dan Perempuan Tua, hal. 21)."
Oddie Frente - salah satu penulis Cemburu Itu Peluru

"Sekadar menulis mungkin mudah. Menginterpretasikan isi kepala ke dalam cerita belum tentu gampang. Menyambungkan ide dari berbagai kepala untuk menjadi cerita utuh adalah pekerjaan sulit. Mengetahui bagaimana cara para penulis yang penuh gairah ini bekerja, membaca 50 Ribu seperti membayangkan sel syaraf dari berbagai otak yang saling terhubung mengkoordinir sebuah karya yang sayang bila disia-siakan.
Selamat untuk karya 50 Ribu, kagum dengan kegilaan teman-teman!"
Valiant Budi Vabyo - Penulis

"Membaca '50 Ribu' ibarat masuk dalam wahana ulang alik 5 dimensi. Pembaca dibuat sibuk mengantisipasi kelanjutan kisah, dengan riuh debar. Tapi mungkin, seperti apa yang saya lakukan, lebih asyik jika kita berhenti mengantisipasi dan bersandar 'pasrah' sembari menikmati keliaran ide penulis-penulisnya.
Sebagai salah satu 'kakak pembina' dalam workshop menulis yang mereka hadiri setahun lalu, bangga rasanya melihat mereka bisa 'bersenang-senang' dalam proses kreatif berkarya. Bahwa menulis bukan semata-mata menyelesaikan tugas atau proyek ramai-ramai, melainkan juga suatu wahana yang mengasyikkan untuk bereksperimen dengan ide dan imajinasi. Selamat untuk kalian, semoga 50 Ribu jadi lebih dari sekedar "Penglaris"!"
Novita PoerwantoPenulis Cemburu Itu Peluru



Grab it at nulisbuku.com! Here's the link or just send email to admin@nulisbuku.com , mention your name, shipping address, telephone number, Title of the book (50 Ribu), amount.



"91011" (nulisbuku, 2011)



#91011 adalah sebuah tanggal, sebuah pertemuan, sebuah kecintaan dalam dunia kepenulisan. Ada 9 puisi, 10 flash fiction dan 11 cerita pendek dalam buku sederhana yang terwujud dari 6 warna pemikiran.

Grab it at nulisbuku.com! Here's the link or just send email to admin@nulisbuku.com , mention your name, shipping address, telephone number, Title of the book (91011), amount.


Karya-karya saya dalam antologi yang lain :



Kepadamu Pahlawanku merupakan kumpulan karya dari kontributor yang ingin memberikan apresiasi pada sosok pahlawan bagi masing-masing mereka. Saya menyumbang satu karya berjudul : "Jari yang Terus Menari" , sebuah bentuk apresiasi saya pada Ananda Sukarlan, pianis Indonesia yang membanggakan.



Tergerak untuk mengungkapkan bentuk kasih sayang kami kepada ibu, Tim Koalisi Menulis mempersembahkan buku ini. Tulisan saya di buku ini berjudul "Setitik Minor"yang berkisah tentang mama dari awal hingga akhir, saya persembahkan khusus untuk mama.



Kentjan ditulis oleh kontributor dari komunitas Nulis Buku Club Surabaya dan beberapa teman lainnya. Ingin menyajikan kisah-kisah tentang pertemuan. Hasilnya, banyak sudut pandang berbeda tentang kencan yang ditulis oleh masing-masing kontributor. Saya persembahkan "Pemimpin" untuk buku ini.



Ulang Tahun ditulis sebagai bentuk peringatan ulang tahun Nulis Buku Club Surabaya. Ulang Tahun tak selalu meriah dengan pesta dan nyanyian. Para kontributor buku ini meyakini banyak sudut pandang berbeda untuk mengungkap makna Ulang Tahun. Saya menyumbangakan "Lilin ke Tujuh Puluh Lima" untuk buku ini.



Gincu Merah terbentuk dari kumpulan tulisan dari peserta Writing Workshop silang komunitas Fiksimini dan Nulisbuku Club. Masing-masing tulisan di-asistensi oleh beberapa penulis mentor yaitu : Clara Ng, Valiant Budi, Kika Dhersy Putri, Lala Purwono, Oddie Frente dan Novita Poerwanto. "Hati pada Sebuah Kursi Roda" merupakan kisah yang mewakili saya menjadi salah satu kontributornya.



Memperingati hari ulang tahun Nulisbuku.com, karya-karya dipilih dari tema yang sudah ditentukan, kemudian dibukukan. Tahu Bagaimana Rasanya buku 1 memberi saya kesempatan untuk mengkontribusikan  "Pria, Putih dan Diazepam" 



"Sebelas" yang saya tulis menjadi bagian dari Goodbye November buku 1. Dengan tema besar tentang meninggalkan bulan November, buku ini menyajikan banyak hal tentang pernak-perniknya.   


Apa rasanya memiliki rasa yang tak tersampaikan? Kisah-kisah tentang kasih tak sampai. Diterbitkan oleh nulisbuku.com di Mei 2015, saya menyumbangkan kisah berjudul Laut. Nikmati, cari kisahmu di dalamnya! :) 

No comments:

Post a Comment